app store, epic games, fortnite
Fortnite on Apps Store


Hi Slappers, ada kabar yang kurang menyenangkan dari Apps Store kali ini. Bagi anda pecinta game Battle Royal khususnya Fortnite, kali ini anda tidak dapat memainkan game kesayangan anda di gawai. Karena baru-baru ini Apps Store menghapus aplikasi Fortnite dari store-nya. Kenapa Fortnite bisa sampai di hapus Apps Store? Apakah Epic Games melakukan kecurangan? Ok, kita tahan dulu pertanyaan yang mulai berterbangan di otak kita.

Fortnite merupakan permainan Battle Royal yang dikembangkan oleh Farga Corporation dan diterbitkan oleh Epic Games pada tahun 2017. Fornite versi mobile dirilis pada tahun selanjutnya untuk pecinta Fortnite yang ingin bermain di gawai mereka, yang sekedar hanya untuk melepas penat disaat banyaknya pekerjaan. Pada saat peluncuran aplikasi Fortnite versi mobile ini, disambut antusias oleh pecinta game Fortnite. Game Fortnite digadang gadang menjadi aplikasi terpopuler di Apps Store, yang dapat menghasilkan sekitar 2 juta dollar per hari. Dengan begitu Apple mendapati keuntungan sekitar 30% atau sekitar 600 ribu dollar setiap harinnya hanya dari penjualan Fortnite.


Rupanya ini menjadi permasalahan awal Fortnite di hapus dari Apps Store. Epic Games tidak tinggal diam, Mereka memutuskan untuk merilis sistem pembayaran langsung di dalam game-nya Fortnite. Penjualan dilakukan dengan mata uang dalam game yaitu V-Bucks. V-Bucks merupakan mata uang premium yang memungkinkan Anda untuk membeli beragam item didalam game Fortnite itu sendiri. V-Bucks itu sendiri dihargai lebih murah dibandingkan harga yang terpasang pada sistem pembayaran Apple. Hal ini membuat Apple kesal dan menghapus permainan itu dari App Store. 

“Hari ini, Epic Games mengambil langkah yang tidak bijak untuk melanggar panduan App Store yang diterapkan secara adil untuk setiap pengembang dan didesain untuk menjaga toko aman untuk para pengguna kami. Sebagai hasilnya aplikasi Fortnite mereka telah dihapus dari toko. Epic memampukan fitur dalam aplikasinya yang tidak diulas atau diterima oleh Apple dan, mereka melakukan itu dengan tujuan ekspres untuk melanggar panduan App Store terkait pembayaran dalam aplikasi yang berlaku untuk setiap pengembang yang menjual barang atau layanan digital,” tulis Apple.

Epic Games bukanlah satu-satunya perusahaan yang mempermasalahkan potongan 30% pada App Store. Spotify juga mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan Apps Store. Sedangkan aplikasi lain seperti Amazon sudah sepenuhnya mematikan fitur pembelian dalam aplikasi.

Dengan permasalahan ini dapat disimpulkan bahwa Apple ingin Epic Games menghapus sistem pembayaran baru mereka. Namun Epic tidak mau mengalah dengan Apple, Epic telah mengajukan dokumen hukum sebagai tanggapan atas kebijakan Apple. Dalam dokumen tersebut Epic Games mengeluhkan bahwa Apple kini telah menjadi "raksasa yang berusaha mengendalikan pasar, memblokir persaingan dan menghambat inovasi" dan mengklaim bahwa ukuran dan jangkauan perusahaan "jauh melebihi monopoli teknologi mana pun dalam sejarah".

Nampaknya perseteruan Apple dengan Epic Games tidak akan berhenti sampai sini.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama